Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif, Osis SMAI Al-Azhar BSD Gelar Alseace 2021

Spread the love

Tangerang Selatan, Focusflash –

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah Atas Islam (SMAI) Al-Azhar Bumi Serpong Damai (BSD) mengadakan kegiatan Al-Azhar Sport, Education, Art, Culture and Entertainment (Alseace) 2021 yang digelar sejak 26 Juli hingga 11 September 2021.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, kerjasama dalam tim, dan kemampuan dalam berkomunikasi, Alseace 2021 juga hadir untuk memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan (Nakes) yang sudah berjuang di garda terdepan.

 

Ketua Pelaksana Alseace 2021, M. Pradana mengatakan, Alseace kali ini mempunyai 4 rangkaian acara yaitu Opening, pentas seni (Pensi) online, Closing dan Charity.

 

“Saat opening kami mengadakan 3 jenis perlombaan. Di bidang olahraga mengadakan perlombaan Esport, bidang seni budaya mengadakan perlombaan short movie dan music cover serta bidang akademik mengadakan perlombaan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Ekonomi dan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ),” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Pradana menerangkan, saat closing pihaknya membuka open donasi dan hasilnya digunakan untuk keperluan rangkaian acara terakhir, yaitu charity.

 

Selain itu, saat closing ceremony juga menggelar pentas seni secara online dengan menampilkan 4 bintang tamu yaitu Maliq D’Essentials, Nadin Amizah, Juicy Luicy dan Arash Buana yang ditayangkan streaming di salah satu platform tayangan video online pada tanggal 4 September 2021 pukul 20.30, tayang selama 1 jam 45 menit dan ditonton oleh lebih dari 21.000 penonton.

 

“Donasi yang terkumpul dari Live charity selama tayangan pentas seni sebesar Rp 44.521.858,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Osis SMAI Al-Azhar BSD, Alyssa yang biasa disapa Caca menyampaikan, Alseace adalah salah satu program acara Divisi Seni Budaya OSIS SMAI Al-Azhar BSD yang mengedepankan saling berbagi.

 

“Alseace tahun ini kami mengangkat tema ‘Lentera Kesehatan Indonesia’ yang sesuai dengan kondisi negara kita saat ini. Inti kegiatan ini adalah berbagi/charity” ungkapnya.

 

Dari semua siswa, kata Caca, pada saat charity hanya 20 panitia yang dibagi tugaskan. ada yang disekolah, didepan ocean park dan ada yang kerumah sakit.

 

“Karena masa pandemi, kami hanya mengandalkan 20 panitia saja. ada 3 titik saat charity. Titik pertama, pemberian Bansos ke karyawan sekolah (OB, satpam, supir, pedagang kantin), kemudian pembagian makan gratis ke warga sekitar didepan Ocean Park, dan pembagian Alat Pelindung Diri (APD) ke RS Asshobirin dan RSUD Tangsel,” terangnya.

 

Disisi lain, Kepala Sekolah SMAI Al-Azhar BSD Moch. Mukrim menerangkan, Alseace adalah salah satu kegiatan osis yang merupakan laboratorium dari pembelajaran yang dikembangkan di SMAI Al-Azhar BSD. Alseace ini juga mempunyai nilai-nilai enterpreneur, tanggungjawab, kemandirian dan lainnya.

 

“Dibidang keterampilan ini lah yang kami kembangkan dengan berbagai kegiatan. Penerapan kurikulum 2013 itu harus mengembangkan pembelajaran abad 21 yang dikenal dengan 4C (Critical Thinking, Creativity, colaboration dan communication). Nah, Kegiatan Alseace ini sudah mewadahi semua,” tuturnya.

 

Moch. Mukrim menambahkan, Alseace sebagai wadah bagaimana anak-anak harus berpikir kritis, mengembangkan kreatifitas, kemampuan mereka dalam bekerjasama, dan kemampuan komunikasi.

 

“Acara ini butuh 4C, karena acara ini butuh dana besar, anak-anak harus membuat proposal dan mencari sponsor. Ini merupakan pembelajaran secara langsung yang mereka praktekkan,” ucapnya.

 

Dia mengatakan, dari keseluruhan dana yg terkumpul itu, tak lepas dari support Yayasan Muslim BSD, sponsor, orangtua murid dan dari donatur yang bersifat tidak mengikat.

 

“Yang didonasikan pada tanggal 11 September itu sebesar Rp. 100.110.000, secara keseluruhan acara lebih dari itu,  sebelumnya juga ada ragam acara yang terselenggara,” tuturnya.

 

Moch. Mukrim berharap, anak-anak bisa belajar banyak dari kegiatan ini, mereka harus punya pengalaman untuk mengelola kegiatan besar, dan yang terpenting mereka sudah terlatih dengan 4C tersebut.

 

“Masa depan anak itu tidak hanya ditentukan dari tingginya nilai raport saja, kalau anak hanya pintar secara akademik belum tentu sukses masa depannya. Mereka butuh kemampuan berpikir kritis, kreatif, kemampuan kerjasama dalam tim, dan kemampuan dalam berkomunikasi. Saat menghadapi berbagai situasi mereka bisa memunculkan ide-ide briliannya, sehingga apa yang diharapkan tetap terlaksana dengan berbagai penyesuaian,” pungkasnya. ( Bandi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *