Kondisi Sangat memprihatinkan menjadi alasan Tarif Air Hippam Sumber Songo Dinaikkan

Spread the love

Focusflas Tulungagung 13/09/2021, Penolakan kenaikan tarif pemakaian air bersih Hippam (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) Sumber Songo terus dilakukan oleh warga pelanggan di kecamatan Tanggunggunung meskipun pihak pengurus tetap bersikukuh akan menaikkan tarif air bersih Hippam.

Musyawarah terbuka dengan agenda utama pembahasan kenaikan tarif air bersih Hippam kembali diadakan di pendopo kecamatan Tanggunggunung jumat lalu (11/9). Dihadiri oleh Muspika Tanggunggunung, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), tokoh masyarakat dan perwakilan pelanggan Hippam dari 6 (enam) desa beserta Kepala Desa (Kades) masing-masing, musyawarah dipimpin langsung oleh Sujito sebagai ketua Badan Pelaksana (Bapel) Hippam Sumber Songo Tulungagung.

Banyak hal yang menjadi dasar penentuan tarif air bersih Hippam Sumber Songo dipaparkan Sujito pada awal pembukaan acara. Dari kondisi teknis operasional seperti kerusakan pompa air, pipa tersumbat hingga persoalan keuangan. “awal saya masuk, kondisi sangat memprihatinkan, pompa air kita itu rusak 2 (dua) perlu perbaikan, total saldo Hippam hanya sekitar Rp.3.400.000 (tiga juta empat ratus ribu rupiah) sementara itu saya harus menanggung beban hutang sekitar Rp.87.000.000 (delapan puluh tujuh juta rupiah). Belum lagi pembayaran biaya listrik yang setiap bulannya mencapai sekitar Rp.115.000.000 (seratus lima belas juta rupiah). Berangkat dari permasalahan itu, saya bersama rekan – rekan berinisiatif untuk menaikkan tarif Hippam secepat mungkin” papar Sujito

Sunaryo, Kades Ngepoh yang menjadi wakil warga desa Ngepoh mengemukakan keberatan terhadap keputusan Bapel tentang kenaikan tarif air bersih Hippam Sumber Songo yang dinilai sepihak. “Kita tidak harus sepenuhnya mentargetkan dana yang besar trus akhirnya masyarakat yang terbebani. Jadi supaya kita bisa berjalan, kita bisa minta bantuan ke Dinas PU atau bisa dengan merubah sistem dan mekanisme. Jangan orientasinya langsung naik dan kita harus langsung disuruh menyetujui” tutur Sunaryo

Pernyataan tentang sosialisasi kenaikan tarif yang tidak dilakukan oleh Bapel Hippam Sumber Songo dan transparansi Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus sebelumya juga diutarakan oleh Kades Ngepoh, Sujarwo. ” Pengurus hippam tidak perlu mengatakan apa yang dialami saat ini, bahwa istilahnya sekarang Hippam lagi sakit. Kalo pihak Hippam mengatakan yg dialami saat ini, kami juga menuntut kenapa LPJ pengurus sebelumnya tidak ada” kata Sujarwo. “Kalau LPJ sebelumnya ada, tidak akan terjadi sampai separah ini” tambah Sujarwo….Nf/kbt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *