Cooling Down Agar Pendukungnya Tak Disingkirkan, Bamsoet Belum Tentu Tidak Maju

Spread the love

JAKARTA – Focusflash.id – (12/11) – Ketum MPR RI, Bambang Soesatyo SE, MBA menyampaikan kalau sudah banyak beberapa korban, lantaran mendukung dirinya. Bahkan ada yang digeser, kena plt, bahkan di remove dari grup Golkar pengurusnya. Demikian ucapnya saat memberikan pengantar di pembukaan sesi diskusi publik bertajuk ‘Golkar Mencari Nahkoda Baru’ digelar POSBAKUM Golkar dilangsungkan ruang Kudus, hotel Sultan pada hari Selasa (12/11), Jakarta.

“Bukan tanpa resiko, saya tau persis,” Lanjutnya.

Nampak di lokasi, turut hadir Ormas Asta Karya Hasyim (Kosgoro), Ketum  KPPI, Ketum OKP tingkat Nasional, Kader dan simpatisan partai Golkar. Prof Dr. Ibu Siti Juhro (Pengamat Lipi, perwakilan Presidium KAHMI), Hanta Yudha (Poltracking Indonesia), serta Ray Rangkuti (pengamat Politik LIMA).

Sebelumnya, Bamsoet sudah menyatakan bahwa belum memutuskan apa maju atau belum tentu tidak maju. Soalnya, Ungkap Bamsoet kalau aklamasi dalam proses demokrasi dimungkinkan dicapai, apabila proses nya benar, tanpa rekayasa apalagi ancam mengancam. 

“Kita sempat pecah, seperti pas di ancol. Bukan tidak mungkin terjadi lagi,” Ujarnya.

Saat ini, kondisinya menghadapi munas Golkar yang ke-X yang mana sisa beberapa pekan lagi. Bamsoet katakan dirinya teringat di masa masa reformasi, dimana ada ancaman, larangan larangan.

Seharusnya demokrasi menghasilkan pemikiran yang sehat diantara kader. Pengelolaan partai yang baik, itulah yang kita rasakan hari hari ini cuaca saling curiga mencurigai, sikut menyikut, Ujarnya.

Proses aklamasi dalam proses demokrasi dimungkinkan dicapai, apabila proses nya benar tanpa rekayasa. Aklamasi adalah buah kita bersama, Harapnya menimpali.

Padahal, Bamsoet sendiri kemukakan sudah mulai cooling down agar pendukungnya tidak di zolimi, disingkirkan.

“Ketua, atau pimpinan komisi setiba tiba di copot, digeser ke komisi yang bukan pilihan nya. Ini adalah praktek praktek bukan hal yang baik menurut saya,” Kemukanya.

Menurut Bamsoet pemimpin itu merangkul, bukan memukul. Sudah ketinggalan era seperti itu. Di lain pihak, Nasdem saja sudah memikirkan untuk konvensi calon Presiden tahun 2024. 

Untuk calon ketum partai Golkar, figur nama yang muncul selain Erlangga, bukan hanya Bamsoet. Namun calonnya ada Ridhwan Hisyam, Bambang Utoyo, Ali Yahya, banyak lagi yang maju untuk menjadi ketua umum Partai golkar 

Terkait dengan tema diskusi ini, tentu ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian dalam menghadapi munas, selain mengingat perolehan suara kemarin yang dirasa masih kurang, Ungkapnya 

“Golkar mesti membangun konsolidasi, guna merangkul semua golongan. Pemimpin mesti menjadi motivator, bukan diktator,” Pungkas Bamsoet

Partai bukan sebuah perusahaan dimana semua manut dan tunduk karena digaji.Semua karena sukarela, karena semangat berorganisasi, dan semangat bekerja untuk masyarakat, Tandasnya.(Red FF) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *