Sidang Gugatan Perdata Nomor 78/Pdt.G/2025/PN Tng: Kesaksian Ungkap Dugaan Unsur Pidana Mafia Tanah

Sebarkan Berita

Focusflash, Kota Tangerang — Sidang lanjutan perkara gugatan perdata Nomor 78/Pdt.G/2025/PN.Tng di Pengadilan Negeri Tangerang kembali menguak fakta mengejutkan terkait dugaan praktik mafia tanah, Senin (08/12/2025)

Dalam persidangan yang menghadirkan sejumlah saksi dari pihak penggugat tersebut, terungkap adanya dugaan pemalsuan dokumen waris yang digunakan sebagai dasar klaim kepemilikan oleh pihak tergugat.

Saksi pertama, Abdul Basit, yang merupakan Bendahara Desa Selapajang, menegaskan di hadapan majelis hakim bahwa dirinya tidak pernah menandatangani surat pernyataan waris maupun surat keterangan waris almarhum Abu Saleh yang dijadikan alat bukti oleh pihak tergugat.

Ia pun saksi menyebut, tanda tangan yang tercantum dalam dokumen tersebut bukan miliknya dan tidak pernah dikeluarkan secara resmi oleh saya sebagai perangkat desa.

Hal senada disampaikan Ujang Supriatna, selaku Kasi Pembangunan Desa Selapajang, yang juga membantah keras keterlibatannya. Ujang menuturkan bahwa ia tidak mengetahui asal-usul dokumen waris atas nama ahli waris Abu Saleh dan memastikan tidak pernah mengesahkan maupun memberikan tanda tangan pada dokumen tersebut.

Persidangan makin memanas ketika saksi berikutnya, Yunita Dewa Trisna Ningsih alias Cicih, memberikan keterangan yang menguatkan dugaan adanya rekayasa dokumen waris.

Cicih mengaku pernah diminta almarhum Sukma Wijaya Abas untuk mengumpulkan identitas ahli waris Abu Saleh serta menandatangani surat pernyataan waris dan surat keterangan ahli waris almarhum Abu Saleh. Cicih pun juga mengakui menerima imbalan sebesar Rp50.000 dari almarhum Sukma Wijaya Abas, tanpa mengetahui bahwa dokumen surat pernyataan tersebut akan digunakan dalam objek penerbitan Sertifikat Hak Milik Sukma Wijaya Abas dengan Nomor : 03301/Gembong Tangerang.

Sementara itu, saksi terakhir, Sunaryo, menerangkan bahwa tanah objek sengketa dalam perkara ini sesungguhnya merupakan milik almarhum Abu Saleh berdasarkan riwayat penguasaan serta keterangan istrinya selaku warga sekitar lokasi objek tanah yang disengketakan.

Rangkaian kesaksian tersebut dinilai kuasa hukum penggugat sebagai bukti kuat adanya unsur pidana, khususnya dugaan pemalsuan dokumen dan upaya penguasaan tanah secara melawan hukum. Kuasa hukum Penggugat Ericson Tua Sianturi SH menyebut temuan ini mengarah pada indikasi kuat praktik mafia tanah yang terorganisir.

Sidang akan dilanjutkan pada agenda hari Senin berikutnya sesuai jadwal yang ditetapkan majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang.

(Red)

red-focusflash

dukung informasi ter-update