Tragis.! Di SD Negri Saragi 1 Kecamatan Manduamas Tap-Teng, Oknum Guru Agama Di Duga Aniaya Murid nya

Spread the love

 

TAPTENG-Focusflash.Id.Peristiwa tragis dan memilukan kembali mencoreng dunia pendidikan. Kali ini perilaku yang tidak patut di cermin kan oleh seorang oknum guru agama, mencoreng dunia pendidikan. Peristiwa itu terjadi di SD Negri Saragi 1 Kecamatan Manduamas Kab.Tapanuli Tengah-Sumut, di duga oknum guru agama tersebut melakukan penganiayaan secara pisik dan mencaci maki anak murid nya saat belajar mengajar berlangsung.

 

Menurut cerita si anak, Candra sihombing, 11 Tahun. Kejadian itu berawal saat teman nya ingin meminjam buku kepada dirinya di dalam kelas, yang saat itu masih duduk di kelas 3 SD Negri 1 Saragih kecamatan manduamas, namun tidak diberikan karena dia masih memerlukan nya saat belajar. naas atas penolakan tersebut oknum guru, yang berinisial (Br.tinambunan) mengumpat nya dan menarik kursi yang di duduki, sontak dirinya pun terjatuh dan mengalami sakit di pinggang dan badan karena terjatuh ke lantai.

Tidak sampai disitu, saat kembali duduk, mulut si anak menjadi sasaran berikut nya, oknum guru tersebut meremas nya hingga memar dan membenturkan kepala nya ke meja belajar yang ada di depan nya, dan mengumpat anak tersebut dengan kata.” “Dasar anak setan, begini ya kau di didik di rumah,” tiru si anak saat di tanyai awak media di kediaman nya lewat Vidio Call.

Peristiwa tersebut turut di benarkan ibu dari murid yang menjadi korban penganiayaan oknum guru agama tersebut. M br Nadeak, dirinya sangat tertekan atas peristiwa tersebut walau sudah hampir setahun lalu. ” Iya, mentang mentang kita orang kecil dan keadaan susah, mereka memperlakukan anak saya sampai sekejam itu, saya sangat tertekan karena melihat anak saya yang sampai trauma dan ada rasa takut untuk sekolah, sampai saat ini juga, tidak ada etikad baik dari guru tersebut untuk meminta ma’af,” tutur nya.(15/05/2021)

Saat di konfirmasi ke pihak sekolah, Betti Sarumpaet, selaku kepala Sekolah, baru memberikan keterangan dua hari kemudian. “Ma’af pak, ini masalah sudah selesai tahun kemaren dan kami dari pihak sekolah mediasi untuk berdamai secara kekeluargaan dan dua belah pihak sudah terima dan tidak memperpanjang masalah ini lagi, trimakasih,” ujar Kepsek lewat pesan whatsap.

Berbeda keterangan kepala sekolah, dengan fakta nya. Oknum guru melakukan minta ma’af, ke esokan harinya (17/05/2021) di sekolah tempat si anak, setelah di konfirmasi oleh awak media sebelum nya. “Baru hari ini oknum guru yang menganiaya anak saya minta ma’af,” ujar Br. Nadeak saat di konfirmasi ulang oleh awak media.

Dari tanggapan masyarakat luas, menuai kecaman atas perilaku oknum guru agama tersebut, yang tidak mencerminkan Budi pekerti yang baik, yang seharus nya mengajarkan ilmu untuk mencapai kebaikan, dan memberikan teladan bagi anak didik nya. Dari tanggapan para pengamat dunia pendidikan, Peristiwa tersebut termasuk tindak kejahatan terhadap anak generasi penerus bangsa, yang dimana seharus nya dididik dengan baik tetapi justru mendapatkan kekerasan secara pisik dan psikologis.

Dan meminta kepada penegak hukum untuk segera di tindak sesuai proses hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia.
Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi yang didapat dari Dinas pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *