Terungkap Ini Ternyata Motif Pembunuhan Di Sukanagara Akibat Utang Piutang

Spread the love

Cianjur – Focusflash.id – Akhirnya Terungkap Motif pembunuhan Yang berada di Kecamatan Sukanagara. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pembunuhan tersebut berawal dari utang-piutang antara pelaku Asep Nugraha Arifin alias Ahek (50) dan Cecep Kardana alias Maung (42) dan korban bernama Jenal Ompusunggu Aritonang (42) yang merupakan seorang debt collector alias penagih hutang.

Asep menceritakan, dirinya awalnya memiliki hutang dari sebuah koperasi sebesar Rp40 juta yang ia gunakan untuk membuka kantin di sekolah tempat istrinya mengajar.

“Dalam delapan bulan, dari Rp 40 juta sampai jadi Rp150 juta,” tutur Asep.

Asep mengaku, korban selama ini selalu menagih dengan membentak dan kerap menantangnya berduel yang membuatnya cukup emosi. “Sudah dibayar sebagian, tapi selalu nagih terus, sambil marah-marah dan nantang duel. Katanya, kalau saya duel menang, hutangnya lunas,” kata dia.

Emosinya makin tak terbendung saat korban mengancam akan mempermalukan dirinya di sekolah tempat istrinya mengajar. Dengan menyebarkan bahwa dirinya memiliki hutang yang cukup besar.

Tak tahan dengan ancaman dan cara korban menagih hutang, Asep pun merencanakan menghabisinya nyawa Jaenal. “Soalnya nagihnya keterlaluan. Sampai ngancam mau nyita rumah saya,” katanya.

Di sisi lain, Cecep mengaku mau membantu menghilangkan nyawa korban lantaran dirinya adalah salah satu pekerja Asep. “Saya kerja ikut dia (Asep). Enggak enak kalau enggak bantu,” ucapnya.

Cecep membeberkan, pembunuhan itu berawal dari cekcok antara korban dan majikannya sampai berujung nyaris baku hantam. Melihat hal itu, ia lantas mengambil balok kayu dan langsung memukulkan ke bagian belakang kepala Jenal hingga tersungkur.

“Saya pukulnya pakai kayu sekali, langsung jatuh,” ujar dia.

Setelah itu, bersama Asep, ia menggotong jenasah korban ke dalam mobil untuk dibuang. “(Jenasah korban) Ditaruh di belakang, di bawah (antara kursi depan dan kursi belakang),” bebernya.

Pria yang dipanggil Maung itu menambahkan, saat di dalam mobil, kedunya sempat kebingungan dimana akan membuang jenasah Jenal dan sempat berputar-putar. Sampai akhirnya diputuskan dibuang di sebuah jurang di Sukanagara.

“Langsung digotong berdua terus dibuang ke jurang,” pungkas Cecep.

Terpisah, salah seorang kerabat korban, Yusafat aritonang (43) mengatakan, keluarga mengetahui keberadaan Jenal Ompusunggu Aritonang setelah mendapat informasi di media sosial.

“Satu hari setelah dia korban tidak ada kabar saya langsung mencari-cari. Setiap ada info penemuan mayat saya langsung mendatanginya,” kata Yusafat di Mapolres Cianjur, Senin (14/10).

Perhatiannya terfokus pada penemuan mayat di Sukanagara, Cianjur. Saat itu pula, keluarga langsung mendatangi RSUD Cianjur untuk memastikan kabar dimaksud.

Satu hal yang memastikan bahwa itu adalah jenasah Jenal adalah tattoo di bagian tangan korban. “Mukanya telah hancur, tapi yang saya kenal adalah tattoo di bagian kanan tanganya,” ujarnya.

Yusafat berharap, aparat penegak hukum dapat menghukum para pelaku pembunuh Jenal Ompusunggu Aritonang dengan seadil-adilnya

“Kalau keinginan saya sih nyawa dibayar nyawa. Tapi kan udah ditangani penegak hukum, saya pasrahkan semuanya pada para penegak hukum,” pungkasnya.

Editor : Aji Wahyu 

Wartawan : Syam Tupay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *