Saksi Korban Mohon Kepada Ketua Majelis Hakim Agar Membebaskan Suaminya dari Segala Tuntutan Hukum.

Sebarkan Berita

TANGERANG, Focuch Flash. Id – Sidang Kekerasan Dalam Rumah ( KDRT ) atas terdakwa, Alpriado Osmond yang dilaporkan istrinya, Dian Christina Silalahi yang disidangkan, Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Prisilia Andreas dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, dalam tuntutanya ( 2 / 7 ) terdakwa terbukti secara syah dan meyakinkan melakukan KDRT terhadap istrinya.

Penasehat hukum terdakwa, DR Jaswin Damanik; SH. MA, mengatakan tuntutan, Jaksa ragu ragu dan tidak sesuai Fakta persidangan, karena hanya menuntut terdakwa dengan tuntutan pidana denda Rp 9.000.000, dengan ketentuan apabila tidak sanggup membayar denda , diganti dengan kurungan penjara selama 2 bulan. Selasa ( 9 / 7 ) dalam agenda pembelaan atas tuntutan jaksa, di PN Tangerang.

Bahwa sesuai dakwaan jaksa pasal 45 ayat ( 1 ) UU No 23 Tahun 2004 , tentang kekerasan dalam tumah tangga, yang mengatakan terdakwa telah terbukti melakukan kekerasan secara Pisikis, tidak dapat dibuktikan.

Buktinya, Korban pelapor dan terdakwa pada tanggal 21 Juni 2024 telah membuat Surat perjanjian perdamaian, yang intinya terdakwa selaku suami Pelapor mengatakan memaafkan dan iklas menerima istrinya untuk bersatu kembali sebagai suami istri, sebagai mana Firman Tuhan dalam Matius 19 ayat 6, Karena apa tekah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.

Bahwa karena unsur unsur alat bukti sesuai pasal 184 KUHAP tidak teroenuhi maka Penasehat hukum terdakwa memohon kepada; majelis hakim berkenan dalam putusanya menjatuhkan putusan bahwa terdakwa tidak bersalah, sebagaimana dakwaan Alternatif melanggar pasal 45 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2004, Tentang Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga.

Lebih lanjut Penasehat Hukum terdakwa, DR Jaswin Damanik SH MA , tidak mengetahui perbuatan mana yang dilakukan terdakwa sebagai perbuatan kekerasan Pisikis,

Sebagaimana dakwaan kesatu pasal 45 ayat ( 1 ) UU NO 23 Tahun 2004 sesuai Keterangan Ahli Dr Jab Mustopa Baktiar, Sp KJ ( dokter psikiatrkum ) yang membuat Visum juga tidak menerangkan adanya Kekerasan Pisikis terhadap korban.

Persidangan ini sudah berjalan selama 5 bulan sejak 12 Pebruari 2024, kata Alpriado Osmand sewaktu membacakan pembelaan atas tuntutan Jaksa yang menurut terdakwa tuntutn jaksa ragu ragu,, karena tuntutanya hanya pidana denda,.

Allah maha baik, kata terdakwa dalsm pembelaanya, karena pada hari Jumat 21 Juni 2024 , antara saksi korban dan Alpriado Osmand telah ada surat perdamaian yang sudah diberikan kepada Majelis hakim dan JPU di persidangan; Selasa; 25 Juni 2024.

Surat perdamaian yang isinya saling memaafkan dengan tulus, karena antara saksi korban dan terdakwa masih saling mencintai; melindungi, merawat dan membesarkan anak terkasih, Justin Aldiputra dengan kasih sayang bersama sebagai orang tua kandung.

Saksi korban, Dian Chistina Silalahi memohon kepada Ketua majelis hakim; Santoso di bantu hakim anggota Beslin Sihombing dan wadji Pramono yang memeriksa dan menyidangkan terdakwa agar membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan Jaksa.

( Tio )

red-focusflash

dukung informasi ter-update

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *