PUPR Kota Tangerang  Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Berupaya Antisipasi  Musim Penghujan dan Penanggulangan Banjir

Sebarkan Berita

Advertoril

Tangerang, focusflash.id – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bidang Operasi dan Pemeliharaan Seksi Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam rangka mengantisipasi datangnya musim penghujan dan penanggulangan banjir, salah satu upaya adalah dengan merawat infrastruktur berupa pintu air yang berada di dinding tanggul yang berfungsi sebagai pembatas antara saluran drainase dengan saluran induk.

 

 

Fungsi pintu air sendiri adalah mengatur debit air, baik di sungai maupun embung, serta sebagai bendung penahan banjir. Sistem pengoperasiannya adalah pintu air akan dibuka ketika debit air sudah melebihi batas normal dan ditutup kembali ketika debit air sudah berada pada level normal. Pintu air sebagai penahan banjir, contohnya adalah di Pintu Air Kali ledug yang berada di wilayah Kecamatan Periuk Kota Tangerang. Pintu tersebut berfungsi menahan aliran air Kali Cirarab agar tidak masuk berbalik ke Kali Ledug. Bila tidak ada pintu tersebut maka debit air kali ledug akan semakin bertambah dan bisa mengakibatkan air sungai meluap dan membanjiri perumahan seperti Total Persada, Garden City, Alamanda, dan Purati, serta memutus akses jalan di jembatan depan perumahan Alamanda.

 

 

Di Kota Tangerang sendiri terdapat 345 unit pintu air yang dilakukan operasi dan pemeliharaannya oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang, tapi tidak termasuk Pintu Sepuluh Bendung Pasar Baru karena itu merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Banten. Untuk memastikan semua pintu air berfungsi dengan baik terutama pada saat musim penghujan tiba, Tim OPSDA Dinas PUPR Kota Tangerang rutin melakukan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan di setiap pintu air terutama di lokasi- lokasi rawan banjir.

Pemeliharaan yang dilakukan diantaranya adalah :

  1. Membersihkan pintu air dari sampah yang tersangkut;
  2. Pemberian pelumas pada gear atau as ulir sebagai penggerak buka/tutupnya pintu air;
  3. Pengecatan pintu air agar tidak mudah korosi/karat;
  4. Penggantian rangka pintu air;
  5. Rehabilitasi pintu air yang sudah tidak optimal bekerja.

Harapan kami adalah masyarakat dapat turut menjaga keberadaan pintu-pintu air di sekitarnya dengan menjaganya dari sumbatan sampah-sampah sehingga aliran air lancar menuju hilir sehingga mencegah terjadinya banjir, dan turut mengawasi pintu air tersebut dari tangan-tangan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Mari kita jaga dan rawat infrastruktur kota tercinta kita sehingga bermanfaat secara maksimal bagi seluruh warga Kota Tangerang. Jangan jadikan embung, situ, sungai, saluran drainase kita sebagai tempat sampah. Mari kita tingkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan ini. ( Advertoriaal )

 

 

red-focusflash

dukung informasi ter-update

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *