Praktek Pungli Bansos Di Jurumudi Baru Tangerang Kota, Lurah: Bahasa Saya Di Pelintir

Sebarkan Berita

 

Kotang-focusflash.id.Di soroti berbagai media, terkait “Pungli” penyaluran bansos di Rt 04/RW 07 Juru mudi baru kecamatan Benda, Lurah katakan bahasa nya di pelintir. Penjelasan tersebut di sampaikan oleh Lurah saat di temui di ruang kerja nya.(15/06/2021)

Chaerudin, adalah lurah di juru mudi baru kecamatan Benda kota Tangerang. Mencuat nya pungutan di masyarakat saat pembagian bansos, atas adanya keluhan warga. Oknum panitia PKH, yang menyalurkan bansos berupa beras, memungut duit dari warga sebanyak 40 ribu, dengan dalih buat bayar ongkos mobil dan jasa panggul.

Dan peristiwa tersebut turut di benarkan oleh lurah. Bahkan
Dalam penjelasan sebelum nya, lurah menerangkan Begini. “Kita panggil termasuk pendamping PKH, kita konfirmasi dan mereka bilang tidak ada atau mematok untuk memberikan uang sebesar itu. kalaupun ada mereka menerima kalau para KPM yang memberi secara ikhlas dan ada juga yg enggak ngasih dan besarannya juga tidak semua sama.

“Dan yang bersangkutan siap mengembalikan jika memang ada yang keberatan. Dan saya juga menegur dan menghimbau jangan meminta / mematok dalam hal pembagian kepada para KPM serta komunikasikan dengan baik dengan para KPM agar kedepannya lebih baik lagi Demikian,” terang lurah dalam pesan Whatsap nya.(11/06/2021)

*Baca juga: Terkait “Pungli” Bansos Di Jurumudi Baru Kota Tangerang, Lurah Nya Bilang Begini!*

Atas keterangan tersebut, awak media menulis dan mempublikasikan keterangan lurah. Namun di luar dugaan, saat di temui awak media di ruang kerjanya untuk memberikan hak jawab nya, Senin 14 Juni 2021, lurah berkata, kalau bahasanya di pelintir.

“Cuman bahasa saya di pelintir, seolah olah saya di berita itu apa ya, banyak di pelintir lah dan menyudutkan saya, udah gitu ngambil foto yang saya pakai PDUB lagi.! Itu seharus nya konfirmasi itu, kalau berita nya bagus sih saya nya lagi ganteng, ini berita nyudutin lagi.!,” kata lurah.

Menanggapi itu berbagai tudingan dan kecaman dari masyarakat, termasuk Romo dari Lembaga Swadaya GERAM Banten Indonesia Kordinator Wilayah Tangerang kota. Romo sangat menyesalkan sikap lurah yang tidak bisa ber tanggung jawab atas keterangan nya.

“Iya, kita akan segera laporkan praktek pungli ini ke Polda metro jaya, sesuai perintah KAPOLRI agar menindak dan memberantas para pelaku Pungli, dan sekaligus menjelaskan kepada lurah, sebenarnya apa yang di alami warga saat menerima bansos yang di berikan oleh pemerintah, jadi tidak di pelintir bahasa nya,” terang Romo.

Yang lebih miris nya, pihak Dinsos kota Tangerang sendiri diam dan tidak bisa memberikan keterangan, sudah di konfirmasi lewat pesan whatsap dan telepon seluler, sehingga sampai berita ini di muat, belum ada penjelasan resmi dari Dinas sosial kota Tangerang Selaku penanggung Jawab teknis dalam penyaluran bansos.

Sementara dari penjelasan camat Benda, Suhaeli,” kalau dirinya tidak mentorelir pungutan yang dilakukan oleh oknum tersebut. “Iya, kita tidak mentorelir itu,” jelas Camat. Belakangan di ketahui kalau duit yang di pungut belum di kembalikan ke KPM oleh oknum pendamping PKH, tersebut berinisial Ibu.H, (Team-7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *