Perwakilan Masyarakat Toba Lakukan Gerakan Moral atas PT TPL

Sebarkan Berita

Jakarta-focusflash.id.Salah satu Tujuan nasional kita menurut Peambukaa UUD 1945 alinea 4, dikatakan” melindungi segenap dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteran umum,mencerdaskan kehidupn bangsa ikut melaksanakan ketertiban Dunia…, serta memlihat pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang menyebutkn “ Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasaioleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat”. Mengacu pada konstitusi,itulah Tim 11 (Tulus Iklas Militan) meliputi antara lain, Togu Simorangkir,Anita Marta Hutagalug , Irwandi Sirait bersama delapan orang pendamping sehingga mereka berjumlah 11 orang yang berangkat 14 Juni 2021 menelusuri Jalan sepanjang 1760 km dari Toba dengan jalan kaki selama 44 hari menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta. Banyak rintangan yang telah mereka lalui namun tidak ada rasa khawatir justru sebaliknya memiliki rasa optimisme.

Untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah perjuangan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara ( AMAN ) Tano Batak. Sepertinya belum pernah ada peristiwa atau kejadian dimanapun berjalan kaki menepuh ribuan kilometer meperjuangkan keadilan melalui aksi damai bertemu Presiden agar menutup PT.TPL ( Toba Pulp Lestari ) yang dahulu namanya PT.Indorayon.masyarakat adat Nusantara sudah berdarah-darah untuk mempertahankan tanah leluhurnya yang didiami berpuluh -puluh tahun. PT.TPL bukannya mmakmurkan masyarakyatnya justru sebaliknya menyengsarakan dengan memasukkan buldoser ke wilayah pertanian warga untuk menguasi tanah mereka.

MASYARAKAT TOBA PROTES ATAS PT TPL

Dalam konfrensi Pers Hari ini, Jumat 30 Juli 2021 secara live streaming melalui moderatornya Abdon nababan Wakil ketua dewan Aman Nasional mengatakan: perjuangan ini sebenarnya sudah sejak lama ( 35 tahun ) yang lalu,Ketika itu masih dengan nama PT. Indo Rayon berganti menjadi PT.Toba Pulp Lestari.( PT.TPL)yang dikenal saat ini.Sebagai Penghormatan ada beberapa organisasi Kemasyarakatan Nasional yang saya catat kata dia seperti WALHI, KPA , Green Peace Indonesia,YLBHN, Rainforest Action Network dan lainnya.Gerakan Nasional pecinta Danau Toba yang diketuai Maruap Siahaan yang 35 tahun lalu sudah ikut serta memperjuangkan hal ini,sampai akhirnya PT. Indorayon ditutup pada masa Pemerintahan Gusdur Namun kemudian ganti Nama menjadi PT. TPL. Serta yang mewakili Perantau dari Bonapasogit yang berada di Jakarta, guna menghadiri Konfrensi Pers untuk turut serta mendukung dn menyuarakan tutup PT. TPL karena menyengsarakan rakyat Toba.

Sesi Tanya jawab : Modertor mmberikan waktu untuk tanya jawab, setelah beberapa media lain bertanya lebih dulu tiba giliran Media koran Jokowi.com : kalo boleh saya memberitahu bahwa Bonapasogit saya di Samosir tapi kelahiran saya di Sidikalang desa Bakal Julu.saya ini juga wong deso sekampung dengan Fery Sihombing salah seorang peserta tim 11. Sebetulnya sudah tau kalo rombongan berangkt 14 Juni 2021. Sebenarnya sudah tau mereka mau tiba di Jakarta, saya sudah lebih dulu ada di sekretariat negaratangal 27 Juli menayakan apakah tim 11 sudah terdaftar dibuku tamu Sekneg yang akan menemui Presiden Jokowi. Ternyata belum terdaftar dan mereka dicegat petugas di Jakarta Selatan. Pertanyaan, Jika Pak Jokowi tidak mengabulkan tutup PT.TPL karena dianggab PT.TPL itu merupakan sumber devisa negara , apakah Langkah tim 11 selanjutnya ? Delima tim 11 menjawab, akan tetap tinggal di Jakarta sampai Presiden Jokowi menerima kami.( Ring-o)

red-focusflash

dukung informasi ter-update