Di Kota Tangerang Saat Bagi Bansos Di “Pungli” Lurah: Sudah Kekeluargaan..!

Spread the love

 

Tangkot- Focusflash.id.Persoalan penyaluran bansos di kota Tangerang provinsi Banten sepertinya tidak henti henti menuai polemik hingga berujung ke pada tindak pidana penipuan. Baru baru ini polemik tersebut terjadi di kelurahan Jurumudi Baru, Kec. Benda, bahkan Dinas sosial menjadi penanggung jawab teknis di kota Tangerang pun seakan tutup mata dan tidak bisa menetralisir atau menyelesaikan nya. Jumat.11.06.2021

Sejak wabah pandemi disease melanda nusantara, beragam bantuan disalurkan oleh pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Khususnya di kota Tangerang, persoalan demi persoalan muncul di masyarakat, akibat panitia yang di percayakan oleh pemerintah untuk menyalurkan bantuan, menjadi rentan di salah gunakan oleh panitia.

Di kota Tangerang sendiri, menjadi sebuah catatan buruk. Dari tahun 2020 sampai 2021, sudah dua orang petugas TKSK (Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan) tersangkut hukum, sebab di laporkan oleh masyarakat ke penegak hukum karena di duga memindahkan saldo rekening keluarga penerima manfaat.

Tidak sampai di situ, keluhan warga masih tetap ada, yaitu praktek pungli yang diduga dilakukan oknum panitia PKH kepada keluarga penerima manfaat (PKM).
Adapun warga yang menjadi korban praktek pungli oleh oknum panitia, berada di Kampung rawa bamban Rt 04/RW 07 kelurahan Jurumudi baru, kecamatan benda. kota tangerang.

Dari keterangan keluarga penerima manfaat, modus yang di lakukan sederhana, yakni meminta sejumlah uang ke KPM untuk mengganti biaya ongkos mobil dan kuli panggul ngangkut. “Iya mereka meminta duit ke saya sebanyak 40.ribu oleh panitia, katanya mau ganti biaya ongkos mobil, dan kuli panggul buat ngangkut” ujar warga KPM.

 

Hal tersebut pun turut dibenarkan oleh lurah nya, Chaeruddin. Dirinya menjelaskan, kalau pihak nya akan sudah memanggil yang bersangkutan, dan diselesaikan dengan kekeluargaan. “Saya sudah memanggil yang bersangkutan, secara umum sih bisa di selesaikan dengan kekeluargaan,” ujar lurah.(11/06/2021)

Berbeda dari penjelasan camat, sebab dirinya belum mengetahui akan kejadian itu. ” Trimakasih pak, saya akan segera konfirmasi dulu ke pak lurah,” jelas Suhaeli.
Miris, dan sangat di sayangkan. Saat ketahuan baru para perangkat desa menyelesaikan, dan yang tidak ketahuan seperti apa pertanggung jawaban nya.

Sementara dari Dinas sosial kota Tangerang sendiri, pihak nya belum bisa memberikan keterangan. Baik Kepala dinas dan sekretaris dinas, diam seribu bahasa dan tidak ada penjelasan apapun saat konfirmasi lewat pesan whatsap.
hingga berita ini di muat belum ada penjelasan resmi dari pihak Dinas sosial.Team 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *